Adab-adab Shalat Malam (1)

25 Juli 2015
02:24:45 WIB
DI bawah ini terdapat adab-adab dalam shalat malam seperti halnya yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.

1. Ketika hendak tidur, hendaknya berniat untuk bangun malam

“Barang siapa yang mendatangi pembaringannya sambil berniat untuk bangun malam, lalu tertidur (hingga tidak sempat melakukannya) hingga pagi hari, maka dituliskan baginya pahala yang dia niatkan tersebut, dan tidurnya itu menjadi sedekah buatnya dari Rabbnya.” (HR. An-Nasa’i)

2. Mengusap wajah untuk menghilangkan kantuk ketika terbangun, lalu berdzikir dan bersiwak

Dalam hadits Ibnu Abbas r.a. disebutkan bahwa ia menceritakan,

“…Rasulullah Saw terbangun (di malam hari), maka beliau mengusap raut bekas tidur dari wajahnya dengan tangan beliau, kemudian beliau membaca sepuluh ayat terakhir surat Ali Imran…” (HR. Muslim).

Dari Abu Hudzaifah bin al-Yaman r.a. diriwayatkan bahwa ia berkata,

“Apabila Nabi Saw bangun di malam hari, beliau menggosok mulut beliau dengan siwak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Membuka shalat malam dengan dua rakaat ringan

Seperti dalam hadits Aisyah r.a yang menceritakan,

“Apabila Rasulullah Saw bangun di malam hari untuk shalat, beliau memulai shalat beliau dengan dua rakaat ringan.” (HR. Muslim)

4. Dianjurkan melakukan shalat tahajjud di rumah

Dasarnya adalah hadits Zaid bin Tsabit r.a yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw bersabda,

“…Maka hendaklah kalian shalat di rumah kalian; karena sesungguhnya sebaik-baiknya shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat Fardhu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Secara rutin bangun malam dan tidak meninggalkannya

Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Amal yang paling disukai Allah adalah yang berkesinambungan dilakukan oleh pemiliknya, meskipun jumlahnya sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Apabila terserang kantuk, hendaknya meninggalkan shalat dan tidur hingga kantuknya hilang

Dasarnya adalah hadits Aisyah r.a yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda,

“Apabila di antara kalian mengantuk ketika ia sedang shalat, maka hendaknya dia pergi tidur hingga hilang rasa kantuknya; karena kalau seserang di antara kalian shalat dalam keadaan mengantuk, bisa jadi ketika ia meminta ampun kepada Rabbnya, tapi justru dia malah mencaci dirinya sendiri.” (HR. Bukhari). []

sumber :  https://www.islampos.com/adab-adab-shalat-malam-1-198933/

Share



1 Komentar

    Fc7WP1KgSoLu 30 Mei 2017

    ..e©erééÃpéu.ee je ne te remercierai jamais assez pour ce cadeau , cette découverte ... je vais en mettre un bout chez moi avec un lien vers chez toi... que tous viennent chez toi... tu le mérites.. sublimissime amie ... @ bientôt

    Awal 1 Akhir

Form Komentar

Lokasi

Artikel Terpopuler

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di
Latihan Marawis sebelum MOSA (Masa Orientasi Santri As-Salaam)

Berita Terpopuler

Hari ini Senin, 19 September 2016 santriwan dan santriwati Mahad
Prilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) sangat mutlak diperlukan bagi

Video Terpopuler

Hari ini Senin, 19 September 2016 santriwan dan santriwati Mahad
Alhamdulillah, pada tanggal 30 April 2016 pertemuan dengan para

Facebook Fanpage

Banner