Integrasi Konsep Aljabar dengan Al Quran

13 Januari 2020
13:52:44 WIB


Aljabar
 pertama kali dikemukakkan oleh matematikawan dari Persia bernama Al-Khawarizmi. Salah satu karya Al-Khawarizmi adalah Kitab al-mukhtashar fi hisab al-jabr wal muqabala ( ). Aljabar merupakan konsep dasar matematika   dari konsep aljabar matematikawan mengemukakan konsep-konsep baru yang membuat matematika semakin berkembang.

Salah satu konsep aljabar yaitu operasi penjumlahan dan perkalian   kedua operasi ini memiliki beberapa sifat salah satunya adalah tertutup. Suatu operasi dikatakan tertutup pada suatu himpunan jika hasil operasi anggota-anggota himpunan tersebut merupakan anggota himpunan itu juga. Operasi penjumlahan dan perkalian tertutup pada himpunan bilangan rasional karena jika sebarang dua bilangan rasional dikenai operasi penjumlahan dan perkalian hasilnya merupakan anggota dari himpunan bilangan rasional.

Sifat tertutup pada operasi penjumlahan dan perkalian pada bilangan rasional dapat kita kaitkan dengan hukum alam yang berlaku yaitu semua perbuatan (perbuatan baik dan perbuatan buruk) yang dilakukan oleh seseorang   maka akan kembali kepada dirinya sendiri sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya. Disini sifat tertutup kita ibaratkan dengan perbuatan kita   penjumlahan dan perkalian sebagai macam-macam perbuatan (kebaikan atau kejahatan)   dan bilangan rasional sebagai manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Isra   ayat 7.

  jika kamu berbuat baik (berati) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat   maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri .   (QS. Al-Isra  :7)
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa ketika kita melakukan suatu perbuatan maka sama saja dengan kita melakukan perbuatan tersebut kepada diri kita sendiri.
Pada dasarnya semua perbuatan yang kita lakukan itu akan ada balasannya. Balasan tersebut sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Allah berfirman dalam surat Ar-Rahman ayat 60.

  Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).  (QS.Ar-Rahman:60)
Allah juga berfirman dalam surat An-Nisa   ayat 123.
...
  barangsiapa yang mengerjakan kejahatan   niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak pula penolong baginya selain dari Allah.   (QS. An-Nisa  : 123)
Sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan Allah akan tetap memberi balasan kepada kita. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Zalzalah ayat 7-8.
.
  maka barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah   niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah   niscaya dia akan melihat balasannya.   (QS. Al-Zalzalah:7-8)
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara sifat tertutup pada operasi bilangan rasional dengan perbuatan yang dilakukan manusia.

 https://www.kompasiana.com/atiqoturroyyani18190005/5e0593acd541df7c7413daf4/integrasi-konsep-aljabar-dengan-al-qur-an-sifat-tertutup-pada-operasi-penjumlahan-dan-perkalian-pada-bilangan-rasional

Share



0 Komentar

    Form Komentar

    Lokasi

    Artikel Terpopuler

    Latihan Marawis sebelum MOSA (Masa Orientasi Santri As-Salaam)
    Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di

    Berita Terpopuler

    Assalamualaikum wr wb Pendaftaran santri baru tahun ajaran
    Alhamdulillah rangkaian kegiatan MOSA 1 Mahad As-Salaam Gunungputri

    Video Terpopuler

    Hari ini Senin, 19 September 2016 santriwan dan santriwati Mahad
    Latihan Marawis sebelum MOSA (Masa Orientasi Santri As-Salaam)

    Facebook Fanpage

    Banner